25 March 2013

Indroloko


Untuk Ikut memeriahkan JajanTradisionaI Indonesia Week.

Pertama kali mengenal makanan ini 25 tahun lalu, saat SMP kelas 3 ,lalu saat itu nyambi sambil kerja jaga kantin kantor asuransi yang ga jauh dari rumah

Kantin kantor yang dikelola oleh istri pensiunan ABRI yang berasal dari Yogyakarta yg kononnya ada hubungan kekerabatan dengan keluarga kerajaan.

Di kantin ini lah saya mengenal lbih banyak lagi variasi jajanan selain yg sering dibuat alm ibuku , seperti semar mendem, lapis surabaya, tempe mendoan dan banyak jajanan lain dan salah satunya Indroloko ini, yg kononnya merupakan makanan selingan favorit Sri Sultan Hamengkubuwono VIII

Walau saat itu dirumah alm Ibuku punya usaha jualan jajanan dan pesanan snack, tapi masih terbatas pada bolu kukus, donat, dadar gulung, pastel, keroket, roti goreng dan lapis tepung beras saja

Jadi baru terpikir kemudian kenapa ibuku membiarkanku bekerja dengan orang lain ternyata banyak ilmu "diluar sana"

Itulah cerita dibalik pembuatan kue ini, kalau cerita kue nya sendiri Indroloko ini si legit manis yang bahannya sederhana saja cuma campuran kelapa parut, ubi rebus yg dihaluskan dan irisan gula merah, dibungkus daun dan kemudian dibakar diatas bara api.


Indroloko
ala dapur daniar

Bahan
500 gr ubi, dikukus, haluskan
125 gr kelapa parut
75 gr gula merah, disisir halus
Secubit garam
Daun pisang secukupnya untuk membungkus

Cara Membuat :

1. Campur semua bahan jadi satu
2. Siapkan daun ukuran 15 x 15 cn untuk membungkus adonan
3. Ambil satu sendok adonan, letakkan dalam daun, bentuk memanjang, semat dengan tusuk gigi bersih
3. Bakar diatas bara api


1 comment:

Lina IbunyaAzRaf said...

Hmmmm.... Pasti aroma ubinya haruuumm...